Translate

Selasa, 09 Juni 2009

ANALISIS SWOT SMP

ANALISIS STRENGTHS WEAKNESSES OPPORTUNITIES THREATS (SWOT) SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 1 INDRALAYA OGAN ILIR*)

Oleh:
Rosdiana**)

Pendahuluan
Analisis SWOT (Strengths/kekuatan, Weaknesses/kelemahan, Opportunities/peluang, dan Threats/ancaman) merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dalam rangka mempersiapkan perencanaan. Perencanaan adalah proses yang sistematis dalam pengambilan keputusan tentang tindakan yang akan dilakukan pada waktu yang akan datang. Disebut sistematis karena perencanaan itu dilaksanakan dengan menggunakan prinsip-prinsip tertentu di dalam proses pengambilan keputusan, penggunaan pengetahuan dan teknik/ pendekatan secara ilmiah, serta tindakan atau kegiatan yang terorganisasi.
Perencanaan dilakukan untuk menyusun rangkaian kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya. Untuk menyusun rencana yang dapat direalisasikan dalam kegiatan nyata dan berhasil, diperlukan bebagai pendekatan untuk mengetahui atau memahami sejumlah informasi yang diperlukan, baik aspek internal maupun aspek ekternal. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah analisis ”SWOT” (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats).
Pendekatan berupa analisis SWOT merupakan pendekatan yang efektif bagi suatu perencanaan di suatu lembaga/organisasi, hingga perencanaan tersebut terbentuk / dibuat, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan visi misi. Analisa SWOT, visi, misi sebagai sebuah konsep memiliki interaksi yang erat, kesemuanya itu merupakan suatu bagian integral dari sebuah organisasi/lembaga.
SMPN 1 Indralaya memiliki sistem yang baik, solid, terpadu, dan manajemen sekolah yang baik. Secara letak SMPN 1 Indralaya sangat strategis yang terletak dipusat ibukota kabupaten dan berdiri tepat di depan jalan raya. Sekolah juga menerapkan disiplin yang tinggi terhadap guru dan siswa yang menciptakan keharmonisan antara warga sekolah sehingga memiliki rasa tanggung jawab dan kekeluargaan erat. Selain itu, sekolah juga didukung oleh kepemimpinan yang kuat dan penerapan Information Communication Technology dalam manajemen sekolah.
Berpijak dari kondisi yang ada, perlu pengembangan aspek-aspek pendidikan yang berkesinambungan dan peningkatan bagi sekolah mengingat SMPN 1 Indralaya merupakan Sekolah Standar Naisonal (SSN). Kemudian diharapkan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).
Selanjutnya dalam tulisan ini akan membahas mengenai analisis SWOT, mulai dari pengertian hingga penerapannya dalam suatu lembaga, khususnya dalam lembaga pendidikan analisis SWOT di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir.

Analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT)
SWOT adalah singkatan dari Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Tantangan). Analisis SWOT sudah menjadi alat yang umum digunakan dalam perencanaan strategis pendidikan, namun ia tetap merupakan alat yang efektif dalam menempatkan potensi intitusi. SWOT dapat dibagi ke dalam dua elemen, analisis internal yang berkosentrasi pada prestasi institusi itu sendiri, dan analisis lingkungan.
Analisis SWOT adalah satu pekerjaan yang cukup berat karena hanya dengan alternatif-alternatif strategik dapat disusun. Kegagalan menganalisisnya berarti gagal dalam mencari relasi dan titik temu antara faktor-faktor strategik dalam lingkungan internal yang terdapat dalam lingkungan eksternal, sambil mencari hubungannya dengan misi, tujuan, dan sasaran organisasi, juga merupakan kegagalan dalam mempersiapkan suatu keputusan strategik yang baik. Hanya dengan analisis SWOT, keputusan-keputusan strategik yang baik dapat dihasilkan.
Menurut Sharplin dalam Sagala (2007:140) memasukkan analisis SWOT untuk melihat kekuatan melihat kekuatan dan kelemahan di dalam sekolah sekaligus memantau peluang dan tantangan yang dihadapi sekolah. Analisis SWOT adalah salah satu tahap dalam manajemen strategik yang merupakan pendekatan analisis lingkungan. Proses penilaian kekuatan, kelemahan, peluang, dan hambatan secara umum menunjuk pada dunia bisnis sebagai analisis SWOT. Analisis SWOT menyediakan para pengambil keputusan organisiasi akan informasi yang dapat menyiapkan dasar dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan tindakan. Jika keputusan itu diterapkan secara efektif akan memungkinkan sekolah mencapai tujuannya.
Analisis lingkungan adalah studi tentang “kekuatan” dan “kelemahan” sebagai elemen internal, “peluang” dan “tantangan” sebagai elemen eksternal suatu organisasi, masa kini, dan berpotensi diperkirakan akan muncul di masa depan, sebagai data/bahan untuk menetapkan dan menyusun perencanaan strategis organisai masa depan (Theresia, 2003:118).
Analisis lingkungan terdiri dari dua unsur yaitu analisis lingkungan eksternal dan analisis lingkungan internal (analisis organisasi) berupa potensi internal sekolah. Analisis lingkungan eksternal meliputi identifikasi dan evaluasi aspek-aspek sosial, budaya, politis, ekonomis, dan teknologi serta kecendrungan yang mungkin berpengaruh pada organisasi. Kecendrungan ini biasanya merupakan sejumlah faktor yang sukar diramalkan atau memiliki derajat ketidakpastian tinggi. Hasil dari analisis lingkungan ekksternal adalah sejumlah peluang atau opportunities yang harus dimanfaatkan oleh organisasi dan ancaman atau threats yang harus dicegah atau dihindari. Analisis lingkungan internal terdiri dari penentu persepsi yang realistis atas segala kekuatan atau strengths dan kelemahan atau weaknesses yang dimiliki organisasi. Suatu organisasi harus mengambil manfaat dari kekuatannya secara optimal dan berusaha untuk mengatasi kelemahannya agar terhindar dari kerugian baik waktu maupun anggaran.
Analisis SWOT dalam penyelenggaraan sekolah dapat membantu pengalokasian sumber daya seperti anggaran, sarana dan prasarana, sumber daya manusia, fasilitas sekolah, potensi lingkungan, dan sebagainya yang lebih efektif. Analisis SWOT dalam program sekolah dapat dilakukan dengan membuat matrik SWOT. Matrik ini terdiri dari sel-sel daftar kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam penyelenggaraan program sekolah. Untuk memperoleh mutu sekolah dapat dilakukan strategi SO (menggunakan kekuatan dan memanfaatkan peluang). Strategi WO (memperbaiki kelemahan dan mengambil manfaat dari peluang). Strategi ST (menggunakan kekuatan dan menghindari ancaman). Strategi WT (mengatasi kelemahan dan menghindari ancaman).
Dalam memperhatikan lingkungan eksternal sekolah ini diperlukan langkah atau upaya mengumpulkan informasi yang relevan dengan cara-cara yang sistematis dan melakukan evaluasi dan analisis dan analisis hasil evaluasi. Sehingga dapat digunakan untuk pertimabngan menentukan kebijakan selanjutnya. Analisis SWOT memungkinkan sekolah mengeksploitasi peluang-peluang masa depan ketika melawan tantangan dan persoalan-persolan, dan melakukan penemuan strategis pada kompetensi dan kekuatan khusus. Keseluruhan proses manajemen strategik secara konseptual menjadi analisis SWOT. Alasannya sebuah SWOT mungkin memberi kesan sebuah perubahan lainnya di dalam misis, tujuan, kebijakan dan strategi sekolah.

Titik Singgung Unsur/Faktor Analisis
Dengan memanfaatkan perencanaan strategik yang efektif, dapat membantu mencari titik kecocokan antara ketiga elemen penting tersebut. Sehubungan dengan itu pertanyaan-pertanyaan yang perlu dijawab ialah “apakah visi/misi organisasi telah jelas?”. “Apakah visi/misi itu cocok dengan apa yang diperlukan dan dibutuhkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan terutama konsumen yang dilayani”. Dan, “apakah organisasi telah memiliki sumber daya dan kemamppuan yang cukup dan memadai untuk melakukan apa yang dibutuhkan tersebut?. Andaikata tidak, bagaimana menyelesaikannya.
Peluang yang tersedia tidak selamanya dapat mendukung visi/misi yang ada. Apabila terdapat titik singgung, sesungguhnya organisasi sudah dapat menciptakan suatu strategi yang sangat menguntungkan dan memuaskan.
Miles dan Snow dalam Theresia (2003) mengartikan titik singgung sebagai suatu proses, dan suatu pernyataan –yaitu suatu penyelidikan dinamis yang mencoba menyatukan atau memadukan organisasi dengan lingkungannya, dan mengatur sumber daya internal untuk mendukung perpaduan itu. Dalam istilah praktisnya, mekanisme perpaduan yang menjadi basisnya ialah strategi, sedangkan pengaturan internal adalah struktur organisasi dan proses manajemen”. Konsep ini masih bersifat makro karena masih perlu dianalisis lebih jauh, pada titik mana faktor-faktor yang saling menguntungkan dan meringankan itu bertemu satu dengan lain. Titik singgung di sini hendaknya tidak dipahami dalam artian yang sempit, tetapi dalam pengertian kesesuaian dan kecocokan antara faktor-faktor strategik, yaitu antara faktor eksternal, innternal, dan visi/misi organisasi. Konsep titik singgung ini tidak akan pernah sempurna karena terjadinya perubahan-perubahan yang berfluktuasi dalam lingkungan.

Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Indralaya
a. Latar Belakang
Sejak tahun beroperasi SMP Negeri 1 Indralaya selalu berusaha menjadi sekolah yang berhasiil dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Banyak hal yang telah dilakukan untuk mencapai hal tersebut, baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Salah satunya dapat dilihat dari pencapaian nilai rata-rata Ujian Nasional selama tiga tahun berturut-turut yang selalu meningkat serta prestasi yang diraih, baik dibidang akademik maupun non akademik.
SMPN 1 Indralaya memiliki sistem yang baik, solid, terpadu, dan manajemen sekolah yang baik. Secara letak SMPN 1 Indralaya sangat strategis yang terletak dipusat ibukota kabupaten dan berdiri tepat di depan jalan raya. Sekolah juga menerapkan disiplin yang tinggi terhadap guru dan siswa yang menciptakan keharmonisan antara warga sekolah sehingga memiliki rasa tanggung jawab dan kekeluargaan erat. Selain itu, sekolah juga didukung oleh kepemimpinan yang kuat dan penerapan Information Communication Technology dalam manajemen sekolah.
Berpijak dari kondisi yang ada kiranya perlu pengembangan aspek-aspek pendidikan yang berkesinambungan dan peningkatan bagi sekolah mengingat SMPN 1 Indralaya merupakan Sekolah Standar Naisonal (SSN). Kemudian diharapkan menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

b. Visi, Misi, Tujuan Sekolah
Visi Sekolah
Terwujudnya Siswa yang Unggul dalam IPTEK dan Prestasi Berlandaskan Iman dan Taqwa.


Dengan indikator sebagai berikut:
1. Unggul dalam prestasi akademik dan non kademik,
2. Terwujudnya proses pembelajaran yang variatif dan inovatif,
3. Terwujudnya administrasi kurikulum yang lengkap, berstandar nasional dan internasional,
4. Terwujudnya komitmen dan kompetensi tenaga penddikan dan kependidikan yang profesional,
5. Terwujudnya pengelolaan pendidikan partisipatif, transparan, dan akuntabel,
6. Terwujudnya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dan relevan dalam mendukung proses belajar mengajar,
7. Terwujudnya sumber dana yang memadai, memenuhi kegiatan sekolah yang berstandar nasional dan internasional,
8. Terwujudnya sistem penilaian beragam (multiaspek) untuk semua mata pelajaran dan semua jenjang kelas,
9. Terwujudnya lingkungan sekolah yang kondusif, tertib, bersih, indah, ramah.

Misi Sekolah
1. Mewujudkan lulusan yang unggul dalam prestasi akademik dan non akademik,
2. Mewujudkan profesionalitas guru dan tata usaha,
3. Mewujudkan peningkatan kompetensi guru dan tata usaha,
4. Mewujudkan proses pembelajaran yang variatif dan inovatif,
5. Mewujudkan Dokumen-1 KTSP,
6. Mewujudkan silabus semua mata pelajaran dan untuk semua jenjang atau kelas,
7. Mewujudkan RPP semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan,
8. Mewujudkan komitmen dan kompetensi tenaga penddik dan kependidikan yang profesional,
9. Mewujudkan pengelolaan pendidikan partisipatif, transparan, dan akuntabel,
10. Mewujudkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dan relevan dalam mendukung proses belajar mengajar,
11. Mewujudkan sumber dana yang memadai, memenuhi kegiatan sekolah yang berstandar nasional dan internasional,
12. Mewujudkan sistem penilaian beragam (multiaspek) untuk semua mata pelajaran dan semua jenjang kelas,
13. Mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusif, tertib, bersih, indah, ramah,
14. Mewujudkan Akhlak yang terpuji,
15. Mengembangkan cinta terhadap seni budaya,
16. Mewujudkan kemampuan olahraga yang tangguh dan kompetitif,
17. Mewujudkan wiyata mandala yang menikmatkan belajar siswanya,
18. Mewujudkan kepramukaan yang menjadi suri teladan.

Tujuan Sekolah
Pada tahun pelajaran 2008/2009 sampai dengan tahun pelajaran 2011/2012 diharapkan :
1. Sekolah mampu memiliki lulusan yang unggul dalam prestasi akademik dan non akademik,
2. Sekolah mewujudkan pofesionalitas guru dan tata usaha,
3. Sekolah mewujudkan penngkatan kompetensi guru dan tata usaha,
4. Sekolah mampu melaksanakan proses pembelajaran yang variatif dan inovatif,
5. Sekolah mewujudkan komitmen dan kompetensi tenaga penddik dan kependidikan yang profesional. Dokumen -1 KTSP,
6. Sekolah mewujudkan silabus semua mata pelajaran dan untuk semua jenjang/tingkatan,
7. Sekolah mewujudkan RPP semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan,
8. Sekolah mewujudkan pengelolaan pendidikan partisipatif, transparan, dan akuntabel,
9. Sekolah memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dan relevan dalam mendukung proses belajar mengajar,
10. Sekolah memiliki sumber dana yang memadai, memenuhi kegiatan sekolah yang berstandar nasional dan internasional,
11. Sekolah memiliki sistem penilaian beragam (multiaspek) untuk semua mata pelajaran dan semua jenjang kelas,
12. Sekolah memiliki lingkungan sekolah yang kondusif, tertib, bersih, indah, ramah,
13. Sekolah mewujudkan akhlak yang terpuji,
14. Sekolah mengembangkan cinta terhadap seni budaya,
15. Sekolah mewujudkan kemampuan olahraga yang tangguh dan kompetitif,
16. Sekolah mewujudkan wiyata mandala yang menikmatkan belajar siswa,
17. Sekolah mewujudkan kepramukaan yang menjadi suri teladan.

Analisis SWOT SMP Negeri 1 Indralaya
1. Analisis Lingkungan Strategis Sekolah
Analisis adalah penelusuran kesempatan atau tantangan atas sumber, analisis juga melibatkan pemecahan suatu keseeluruhan ke dalam bagian-bagian untuk mengetahui sifat, fungsi, dan saling hubungan antar bagian tersebut.
Analisis lingkungan adalah proses dengan mana penyusunan strategi memonitor lingkungannya. Faktor-faktor lingkungan yang dimonitor meliputi, lingkungan ekonomi, politik dan pemerintahan, pasar dan persaingan, pemasok dan teknologi, sosial dan geografi.
Penyusunan strategi menganalisis lingkungan sekolah melalui dua kegiatan sebagai berikut:
a. mengidentifikasi strategi yang digunakan sekolah saat sekarang dalam hubungannya dengan lingkungan sekolah dengan cara mempertanyakan tentang dasar anggapan dan prediksi lingkungan yang menjadi dasar strategi saat sekarang.
b. memprediksi lingkungan masa depan dengan cara mempertanyakan tentang dasar anggapan dan prediksi lingkungan yang akan menjadi dasar strategi masa depan.
Penjelasan mengenai kondisi objektif sekolah di bawah terdapat dalam lampiran. Adapun kondisi objektif SMP Negeri 1 Indralaya, sebagai berikut:
1) Proses Belajar Mengajar
2) Manajemen
3) Kurikulum
4) Siswa
5) Fungsi Ketenagaan
6) Sarana Perpustakaan
7) Sarana Kantor
8) Sarana Laboratorium
9) Sarana Ekstrakurikuler
10) Pembiayaan
11) Lingkungan Sekolah
12) Hubungan Kerjasama
13) Budaya Sekolah
14) Ketenagaan
15) Keuangan
16) Lingkungan
17) Identifikasi fungsi-fungsi sasaran
18) Tabulasi program-program strategis dan keberhasilan

• Pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi masa kini dan semakin kondusifnya kondisi ekonomi dan keamanan perlu di sikapi bersama warga sekolah terutama SMP Negeri 1 Indralaya. Hal ini tentu saja mengacu pada upaya membekali pengetahuan, keterampilan, keimanan dan ketakwaan, nilai-nilai sosial dan moral, berbudaya dan berkepribadian Indonesia untuk memperkokoh rasa kebangsaan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
• SMP Negeri 1 Indralaya merupakan sekolah yang terletak di jalan lintas Sumatera antara Palembang-Ogan Ilir serta sebagai pintu gerbang utama untuk memasuki Kabupaten Ogan Ilir. Jarak tempuh dari ibukota provinsi Sumatera Selatan hanya 1 jam perjalanan darat dan jarak ke Bandarr Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang hanya 1,5 jam. Hal ini sangat mempengaruhi perkembangan masyarakat dan perkembangan sekolah ke depan.
• Selanjutnya, kondisi masyarakat Indralaya merupakan masyarakat majemuk ditinjau dari segi ekonomi maupun asal usul daerahnya. Ditinjau dari kelas ekonomi 40% kelas menengah ke atas, 30% kelas menengah, dan 30% kelas menengah ke bawah. Sementara ditinjau dari asal usul daerahnya, siswa-siswi SMPN 1 Indralaya 60% penduduk setempat dan 40% merupakan pendatang yang berasal dari Palembang, kabupaten-kabupaten sekitarnya dan daerah lainnya. Lalu, asal usul guru yang mengajar di SMP Negeri 1 Indralaya dan pegawai 70% adalah setempat, 30% berasal dari luar daerah.
• Lokasi SMPN 1 Indralaya yang berdampingan dengan kantor Polsek Indralaya dan kantor Koramil. Sehingga dari segi keamanan sekolah cukup kondusif. Kemudian, sekolah ini sangat rentan terhadap berbagai macam-macam perubahan, baik budaya, iptek maupun perubahan yang berasal dari kebijakan-kebijakan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir. Untuk itu sekolah harus mampu bertindak sebagai filter yang mampu menjaring. Kemudian menyampaikan apa yang patut diconttoh dan apa yang tidak boleh dicontoh. Demikian juga dalam mengikuti perkembangan iptek yang begitu cepat, maka seluruh pengelola sekolah harus secara aktif membina dan membimbing siswanya. Selain itu, masyarakat diharapkan mau berpartisipasi aktif untuk membimbing daan membina siswa-siswi agar berpacu mengikuti perkembangan iptek dan globalisasi begitu cepat.
• Dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, cerdas, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, perlu persiapan dan penataan yang strategis melalui pendidikan. Berkaitan dengan hal ini pemerintah telah melakukan upaya melalui ditetapkannya UUSPN No 20 Tahun 2003 yang di dalamnya termuat adanya dukungan anggaran sebesar 20% dari APBN untuk pendidikan.
• SMP Negeri 1 Indralaya berupaya melaksanakan kebijakan pendidikan bedasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan menyelenggarakan pendidikan dengan mengacu kepada PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Hal itu dimasudkan untuk meningkatkan mutu serta relevansi dan efesiensi pengelolaan pendidikan dalam rangka menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global sehingga perlu dilakukan peningkatan dan setrategi yang terencana, terarah dan berkesinambungan.

2. Analisis Kondisi Pendidikan Sekolah Saat Ini
• SMP Negeri 1 Indralaya berdiri tahun 1977 dan beroperasi mulai tahun 1979. Dengan usia yang cukup dewasa ini, maka SMP Negeri 1 Indralaya terus berkembang, seiring dengan meningkatnya animo masyarakat sekitar untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ini.
• SMP Negeri 1 Indralaya dengan langkah perlahan terus membenahi diri untuk maju, agar dapat sejajar dengan sekolah-sekolah yang berada di kota besar. Maka untuk mewujudkan hal tersebut, SMP Negeri 1 Indralaya terus berbenah diri untuk meningkatkan kualitas proses pembelajarannya. Kegiatan KBM ditingkatkan, dengan mengadakan pelajaran tambahan dan remedial, begitu juga dengan kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler.
• Hasil dari perbaikan proses pembelajaran tersebut dapat dilihat pada pelaksanaan Ujian Nasional Tahun 2007/2008, SMP Negeri 1 Indralaya mampu meluluskan siswanya 100%. Bahkan pada pelaksanan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2007 / 2008 ini, SMP Negeri 1 Indralaya mampu meluluskan siswanya 100% dan meraih Predikat Terbaik I tingkat Kabupaten Ogan Ilir dan juga masuk 10 Besar SMP se-Provinsi Sumatera Selatan, dengan Rata-Rata Ujian Nasional = 7,0 dan pada Akreditasi tahun 2006 memperoleh nilai 84,75.
• Kemudian pada tahun ajaran 2007 / 2008 ini, SMP Negeri 1 Indralaya terpilih sebagai Peringkat Pertama Sekolah Sehat Kabupaten Ogan Ilir. Pada tahun ajaran ini juga SMP Negeri 1 Indralaya sebagai salah satu rintisan Sekolah Standar Nasional tahun 2008 dari Provinsi Sumatera Selatan.
• Tentu prestasi tersebut, tidak lepas dari peran serta semua unsur; orang tua murid, Komite Sekolah, Guru, Pimpinan Sekolah dan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Ogan Ilir terus membina sekolah ini.
• Kemudian untuk mempertahankan Prestasi yang telah dicapai tersebut dan juga untuk meningkatkannya, tentu banyak sekali hal-hal yang harus terus dikembangkan, misalnya peningkatan kegiatan KBM dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya. Melihat kondisi fisik sebagian ruang belajar, yang bediri sejak tahun 1979 dan belum pernah dilakukan rehabilitasi, maka sudah sewajarnya pada ruang kelas tersebut dilakukan rehabilitasi/perbaikan. Selain itu juga untuk menambah kenyamanan pada proses KBM, sudah sewajarnya, jika ruang belajar di SMP Negeri 1 Indralaya, ditambah sebanyak 3 RKB.
• Untuk memenuhi kekurangan tersebut, pihak sekolah telah berupaya untuk memenuhi sarana dan prasarana tersebut, dengan menggunakan swadaya masyarakat sekolah, dan pada tahun pelajaran 2007 / 2008 ini, direncanakan pihak Komite Sekolah kembali akan memberikan bantuan rutin setiap bulan melalui Dana Komite Setiap Siswa dan juga bantuan awal tahun bagi siswa kelas VII, yang kesemuanya itu akan digunakan untuk Peningkatan Mutu Pendidikan di SMP Negeri 1 Indralaya, sesuai dengan Visi Sekolah.

3. Analisis Kondisi Pendidikan Sekolah Masa Datang
• Berpijak pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yang dijadikan landasan pengembangan satuan pendidikan. Untuk itu, pendidikan masa yang akan datang harus berupaya mengacu pada SNP. Begitupun bagi Sekolah Standar Nasional perlu mengembangkan pendidikan yang dapat menghasilkan lulusan yang mampu bersaing secara nasional. Berkaitan dengan hal tersebut, pendidikan masa yang akan datang diantaranya mengarah pada pengembangan, berikut:
1) Pengembangan Standar Isi Pendidikan
2) Pengembangan Standar Proses Pendidikan
3) Pengembangan Standar Kompetensi Lulusan
4) Pengembangan Standar Pendidikk dan Tenaga Kependidikan
5) Pengembangan Sarana dan Prasarana yang Berstandar
6) Pengembangan Standar Pengelolaan Pendidikan
7) Pengembangan Standar Pembiayaan Pendidikan
8) Pengembangan Standar Penilaian Pendidikan

• Adapun analisis kegiatan pendidikan dalam rangka penyelenggaraan pendidikan di SMP Negeri 1 Indralaya untuk satu tahun mendatang antara lain sebagai berikut.
1) Peningkatan GSA sebesar 0,25 untuk nilai rata-rata empat pelajaran yang diujinasionalkan (bahasa Inggris, bahasa Indonesia, Matematika, IPA) dari nilai rata-rata saat ini sebesar 7,00 dalam rangka pengembangan standar kelulusan,
2) Pengembangan kejuaraan lomba-lomba bidang non akademis melalui bimbingan cakap berbahasa Inggris,
3) Pengembangan Kurikulum satuan pendidikan sesuai dengan SNP,
4) Pengembangan dan Penyusunan sumber belajar dan bahan pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran kontekstual,
5) Pengembangan dan inovasi bahan pembelajaran,
6) Peningkatan atau pengembangan sarana pendidikan di sekolah,
7) Peningkatan atau pengembangan kompetensi pendidik dari aspek profesionalitas,
8) Peningkatan atau pengembangan kompetensi pendidik dari aspek kepribadian,
9) Pengembangan dan pembuatan rencana pengembangan sekolah (RPS) tiap tahun,
10) Pemberdayaan partisipasi masyarakat melalui pemberdayaan komite sekolah,
11) Implementasi model penilaian/evaluasi pembelajaran, serta
12) Penciptaan usaha-usaha di sekolah sebagai income generating activities.

c. Identifikasi Tantangan Nyata (Kesenjangan Kondisi) Antara Kondisi Pendidikan Saat Ini Terhadap Kondisi Pendidikan Masa Datang
1. Identiifikasi Kesenjangan Kondisi (dengan Analisis SWOT Tingkat Kesiapan Fungsi), dalam hal kajian ini mengulas faktor internal dan eksternal secara menyelurus dari semua aspek yang menjadi indikatornya. Fakor-faktor tersebut dapat dilihat secara lengkap pada matrik analisis tingkat fungsi berikut ini:



Matrik Analisis SWOT SMP Negeri 1 Indralaya
(Analisis Tingkat Kesiapan Fungsi)
Fungsi dan Faktor Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat Kesiapan Fungsi
SIAP TIDAK
A. Fungsi proses belajar mengajar
2. Faktor Internal
 Penggunaan metode mengajar
 Motivasi guru
 Motivasi siswa
 Hub guru dengan siswa
 Penggunaan waktu belajar
 Perilaku siswa

3. Faktor Eksternal
 Kesiapan siswa menerima pelajaran

 Dukungan orang tua dalam meningkatkan motivasi belajar
 Lingkungan sosial sekolah
 Lingkungan fisik sekolah

 Bervasriasi
 Tinggi
 Tinggi
 Akrab
 Efektif
 Disiplin dan tertib


 Siswa siap menerima pelajaran dengan efektif
 Tinggi
 Kondusif
 Nyaman.tenang

 Kurang bervariasi
 Tinggi
 Sedang
 Akrab
 Efektif
 Disiplin dan tertib


 Sebagian siswa kurang siap
 Sedang
 Kondusif
 Nyaman/tenang


V

V
V






V
V

V

V


V


V
V
V

B. Fungsi pendukung PBM ketenagaan
1. Faktor Internal
 Jumlah guru
 Kualifikasi guru
 Kesesuaian mata pelajaran yang diberikan dengan jurusan
 Jumlah beban mengajar
2. Faktor Eksternal
 Pengalaman mengajar guru

 Kesiapan mengajar
 Fasilitas pengembangan diri

 Cukup
 Sarjana S.1
 50% sesuai
 Rata-rata 18 jam

 Rata-rata 15 tahun keatas

 100% siap
 Tersedia dan lengkap

 Cukup
 50% S.1
 95% sesuai
 Rata-rata 12 jam

 65% 15 tahun keatas
 95% siap
 Kurang lengkap

V

V
V

V

V



V




V

C. Sarana perpustakaan
1. Faktor Internal
 Buku setiap mata pelajaran
 Buku penunjang
 Jumlah lemari dan rak buku
 Ruang perpustakaan
 Pengelola perpustakaan
 Dana pengembangan
2. Faktor Eksternal
 Dukungan orang tua dalam melengkapi buku

 Kerjasama dengan perpustakaan lain yang lengkap
 Kesesuaian buku penunjang dengan potensi daerah dan pengembangan IPTEK dan IMTAQ

 Cukup dan lengkap
 Cukup dan lengklap
 Cukup
 Luas dan bersih
 Ada dan mampu
 Tersendiri dan cukup

 Sangat mendukung

 Ada kerjasama
 Tingkat kesesuaian tinggi


 Kurang lengkap
 Kurang lengkap
 Kurang
 Sedang dan bersih
 Ada dan mampu
 Tidak ada

 Kurang mendukung
 Belum
 Tingkat kesesuaiannya tinggi




V
V





V





V
V
V


V

V
V




D. Sarana laboratorium
1. Faktor Internal
 Alat-alat praktik

 Bahan-bahan praktik
 Fasilitas ruang
 Pembina laboratorium
2. Faktor Eksternal
 Lingkungan laboratorium

 Dukungan orang tua dalam pengembangan labor dan biaya praktik
 Kesiapan siswa dalam praktik di laboratorium

 Ada dan lengkap

 Tersedia
 Lengkap dan bersih
 Ada dan mampu

 Nyaman dan tenang

 Tinggi

 Siswa siap menerima pembelajaran dengan baik

 Ada, kurang lengkap
 Sangat kurang
 Kurang dan bersih
 Ada dan mampu

 Nyaman dan tenang
 Rendah

 Siswa siap menerima pembelajaran dengan baik




V
V

V

V

V




V

V

E. Sarana Ekstrakurikuler
1. Faktor Internal
 Alat-alat olahraga

 Alat-alat kesenian

 Fasilitas lapangan

 Fasilitas ruang

 Pelatih ekstrakurikuler
2. Faktor Eksternal
 Lingkungan kegiatan ekstra

 Dukungan orang tua dalam pengadaan lapangan olahraga
 Kesiapan siswa dalam latihan ekstra

 Ada dan lengkap

 Ada dan lengkap

 Ada dan lengkap

 Lengkap dan bersih

 Ada dan mampu

 Nyaman dan tenang

 Tinggi
 Siswa siap latihan dan berprestasi

 Ada, kurang lengkap
 Ada, ranga lengkap
 Ada, kurang lengkap
 Kurang lengkap, kotor
 Ada dan mampu

 Nyaman dan tenang
 Rendah
 Rusak, ringan dan kurang

V

V

V



V

V


V







V





V


F. Sarana mobiler kantor
 Meja dan kursi guru

 Meja dan kursi TU

 Komputer kantor
 ATK kantor
 Baik dan cukup

 Baik dan cukup

 Baik dan cukup
 Lengkap
 Rusak, ringan dan kurang
 Sedang dan sangat kurang
 kurang
 kurang
V

V





V
V
G. Sarana mobiler siswa
 Meja dan kursi

 Papan tulis
 Baik dan cukup

 Baik
 Sedang dan kurang
 sedang
V



V

2. Identifikasi Tantangan Nyata (Kesenjangan Kondisi)
1) Untuk mewujudkan efisiensi dan efektifitas dalam pendidikan, diupayakan pengelolaan sekolah yang strategis dan sistematis, baik dalam perencanaan, proses/pelaksanaan, pembiayaan, maupun hasil. Untuk itu diperlukan pengelolaan sekolah yang mengarah pada pencapaian standar nasional pendidikan.
2) Untuk mewujudkan mutu yang tinggi dan relevansi pendidikan, sekolah perlu penataan dan pengelolaan sumber daya yang ada melalui peningkatan standar isi/kurikulum, standar tenaga pendidik dan kependidikan, peningkatan standar proses, standar sarana-prasarana pendidikan, peningkatan standar kelulusan, peningkatan standar mutu kelembagaan dan manajemen, standar pembiayaan dan standar penilaian dengan inovasi dalam pengembangannya.
3) Dalam upaya mewujudkan sekolah yang berkualitas tinggi, selain perlu dukungan internal sekolah sebagaimana tersebut pada poin di atas, juga keterlibatan orang tua, komite sekolah, masyarakat dan pemerintah sebagai dukungan eksternal, secara bersama-sama, bahu membahu, mendorong dan mendukung, serta berpartisipasi aktif dalam mewujudkan sekolah yang kondusif, yaitu terjalinnya hubungan dan komunikasi yang harmonis serta dinamis dalam mensukseskan program sekolah, agar tercapai sesuai dengan sasaran dan tujuan yang diharapkan oleh sekolah.

Tabel. Identifikasi Tantangan Nyata (Kesenjangan Kondisi)
No Kondisi Pendidikan Saat Ini Kondisi Pendidikan Masa Datang Besar Tantangan Nyata
1 Standar Kompetensi Lulusan Standar Kompetensi Lulusan
a. Bidang Akademik:
 Rata-rata pencapaian KKM semua mapel 6,5
 Rata-rata pencapaian NUN 7,00

 Juara 1 TK Kab olimpiade Matematika
 Memperoleh juara ke-1 tk kabupaten bidang Fisika

 Juara 5 Tk. Kab. Olimpiade Biologi

 Juara harapan I telling story Bahasa Inggris tingkat kabupaten
 Juara 1 tingkat Kabupaten Lomba pidato bahasa Inggris
 Juara 1 tingkat Kabupaten Siswa Berprestasi  Rata-rata pencapaian KKM semua mapel 7,50
 Rata-rata pencapaian NUN 8,50
 Masuk 5 besar tingkat propinsi
 Memperoleh juara ke-5 Olimpiade Fisika tingkat propinsi
 Juara 4 Olimpiade Biologi Kabupaten
 Juara 3 telling story Bahasa Inggris tingkat kabupaten
 Juara 5 Lomba Pidato Bhs. Inggris tingkat Propinsi
 Juara 4 Siswa berprestasi tingkat Propinsi 0,25

0,50

5 tingkat
5 tingkat


1 tingkat

1 tingkat

5 tingkat

4 tingkat

b Bidang nonakademik:
 Juara ke-1 vocal group tk kabupaten

 Menjadi juara 1 tingkat kabupaten tim bulu tangkis dalam kegiatan Porseni
 Juara I tingkat kabupaten tim bola voli dalam kegiatan Porseni
 Juara 2 PBB tingkat kabupaten

 Juara I Karate tingkat Kabupaten.  Juara ke-4 Vocal Group Tk. Propinsi
 Juara ke-4 tk tingkat propinsi bidang bulu tangkis
 Juara ke-4 tingkat propinsi bidang bola voli
 Juara 1 Gerak Jalan tingkat kabupaten
 Juara 4 Karate tingkat Propinsi 4 tingkat

4 tingkat

4 tingkat

1 tingkat

4 tingkat
c Kelulusan:
 Persentase kelulusan UN tahun 2008 100%  Persentase kelulusan UN tahun berikutnya 100% 0%
d Melanjutkan studi: -
- Jumlah lulusan yang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi 98 % Jumlah lulusan yang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi 100% 2 %
2 Standar Isi Standar Isi
a. Pengembangan kurikulum SMP 1 Indralaya
 KTSP Standar Nasional belum sempurna dan belum memiliki kurikulum Persiapan SSN



 Penerapan KTSP baru memenuhi 40% dari semua mata pelajaran dari kelas VII –kelas IX

 Perangkat pembelajaran KTSP baru 40% tersusun secara sistimatis dan terdokumentasikan dari kelas VII – kelas IX

b. Pengembangan pemetaan materi KTSP
 Program pengelompokan materi pelajaran yang serumpun sesuai KTSP dilaksanakanberkesinambungan untuk semua mata pelajaran.

 Penguasaan guru tentang KTSP dan Kurikulum SSN belum menyeluruh (40% )

c. Pengembangan Silabus
 Guru mata pelajaran 40% telah membuat silabus sesuai KTSP/KBK

d. Pengembangan RPP
 40% guru telah membuat RPP yang berstandar CTL/PAKEM

e. Pengembangan sistem penilaian
 Penguasaan guru tentang sistem penilaian belum menyeluruh
 Penyempurnaan KTSP dan memiliki Kurikulum SSN





 Penerapan KTSP 60 % dilaksanakan di kelas VII - kelas IX pada semua mata pelajaran.
 Perangkat pembelajaran tersusun sistematis dan terdomentasikan 60% dari semua mata pelajaran dari kelas VII – kelas IX.

 Terwujudnya Pemetaan pengelompokan materi pelajaran serumpun sesuai KTSP untuk kelompok mata pelajaran kelas VII – kelas IX
 60% guru menguasai dan melaksanakan KTSP



 60 % membuat silabus yang memenuhi standar KTSP/KBK nasional

 Guru membuat RPP dan memenuhi standar nasional 60%

 60% guru memahami dan melaksanakan penilaian sesuai dengan standar kurikulum.

Penyempurnaan kurikulum KTSP dan pengadaan kurikulum SSN


20 %



20%





Penyempurnaan pemetaan



20%




20%



20%



Peningkatan penguasaan guru ttg penilaian

3 Standar Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan Standar Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan
 70 % guru berijazah S-1
 70 % guru mengajar sesuai dengan kualifikasi bidang studinya

 Guru dan TU yang dapat mengoperasikan komputer, baru 30%
 30% guru menggunakan media pembelajaran dalam PBM.
 Penguasaan bahasa inggris guru masih rendah ( 10 % )

 Masih rendah guru melakukan penelitian tindakan kelas dalam mengatasi hambatan PBM ( 10 % )
 Kemampuan guru dalam melaksanakan PBM yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan masih perlu ditingkatkan. ( 40 % )
 Wawasan guru tentang pendidikan baik yang berstandar nasional belum merata.

 Penguasaan guru tentang penilaian masih belum merata (40 )  80 % guru berijazah S-1
 80 % guru mengajar sesuai dengan kualifikasi bidang studinya
 50% guru dan TU dapat mengoperasikan komputer
 50 % guru menggunakan media pembelajaran
 30% Guru dan TU dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris
 30% guru melakukan tindakan kelas dalam mengatasi hambatan PBM
 Guru melaksanakan PBM secara kreatif
( 60 % )

 Wawasan guru tentang pendidikan baik standar nasional internasional bertambah terus
 Penguasaan dan pelaksanaan penilaian terlaksananya (60 % ) 10 %
10 %


20%

20%

20%


20 %


20 %



Peningkatan wawasan guru


Peningkatan penguasaan guru ttg penilaian
4 Standar Proses Standar Proses
 Guru yang menyusun prota, promes, dan promig, 70%
 Guru yang mengembangkan inovasi pembelajaran masih rendah ( 40 % )
 Pelaksanaan remidial belum terlaksana secara optimal ( 40 % )
 Guru yang melaksanakan program pengayaan baru belum menyeluruh pada semua tingkatan kelas ( 40 % )
 Pembinaan minat dan bakat siswa masih terbatas dan ada beberarapa yang belum optima ( 40 % )l
 Pendalaman materi unas siswa kelas IX masih terlaksana secara konvensional


 Sikap mental siswa dalam menghadapi berbagai situasi masih belum merata.

 Pengembangan PBM melalui tutor sebaya belum optimal.

 Budaya membaca siswa masih rendah.


 Pembinaan disiplin siswa dan budaya bersih masih belum optimal ( 40 % )



 Pembinaan wali kelas belum merata secara optimal.
 Pembinaan BK masih belum optimal  Guru yang menyusun prota, promes, dan promig 80 %
 Guru yang mengembangkan inovasi pembelajaran 60%
 Pelaksanaan remidial mancapai 60 %
 Guru yang melaksanakan program pengayaan 60 %

 Pembinaan minat dan bakat siswa terlaksana
( 60 % )
 Pendalaman materi terlaksana secara optimal dan inovatif


 Sikap mental siswa lebih baik dalam menghadapi berbagai situasi
 Pelaksanaan tutor sebaya dalam kelompok belajar terlaksana optimal
 Budaya membaca siswa terlaksana secara optimal

 60 % siswa memiliki disiplin yang baik dan budaya bersih



 Pembinaan wali kelas terlaksana secara optimal
 Pembinaan Bimbingan Karier dan Konseling terlaksana secara optimal 10%

20 %

20 %

20 %


Peningkatan minat baca

Penambahan modelpendalaman materi

Pembinaan sikap mental yang reguler
Optimalisasi tutor sebaya

Pengembangan budaya membacaca
Pengendalian disiplin dan kebersihan secara kontinyu ( 20 % )
Optimalisasi peran wali kelas
Optimalisasi peran guru BP/BK
5 Standar Sarana Prasarana Standar Sarana Prasarana
 Ruang kepala sekolah: 10 m2
 Ruang wakil KS dan PKS 10 m2




 Ruang kelas : 18 ruang, rombel 18
 Ruang perpustakaan: 14 x 9 m
 Ruang Lab. IPA Fisika: 15 x 12 m
 Ruang Lab IPA Biologi : 15 x 12 m

 Ruang guru: 10 x 12 m

 Gudang: 4 x 8 m

 Ruang UKS : 4 x 6 m

 Ruang Tata Usaha : 4 x 8 m


 Ruang Praktik Komputer : 12 x 15 m

 Ruang Komite : 2 x 3 m

 Ruang ekskul : 6 buah a 2 x 3 m.

 Mesjid Sekolah : 12 x 8 m ( 2 lantai)

 WC Siswa : 27 buah a. 2 x 1,5 m

 Aula : 8 x 24 m

 Lapangan olah raga bola basket perlu diperbaiki
 Lapangan Upacara  Kebutuhan minimal ruangan telah dimiliki namun pemanfaatan dan pemeliharaan yang perlu terus dilaksanakan secara konsisten.

 Ruang kelasnya 27, 27 rombel
 Tersediannya perpustakaan yang memenuhi SSN, begitupun ruang LAB.IPA

 Ruang guru 20 x 12

 Gudang 2 buah ukuran 6 x 8

 Ruang UKS 8 x 9 yang lengkap dengan sarana dan prasana
 Ruang tata usaha 9 x 8 meter yang nyama dan memehuni standar SSN


 Ada ruang komite yang memehuni standar
 Ada ruang eksul yang memenuhi standar


 WC siswa terdiri dari 15 buah ukuran 2 x 1,5 m


 Lapangan olahraga dan upacara yang permanen dan sesuai SSN
Terlaksananya pengadaan, pemanfaatan, dan perawatan sarana/prasarana secara terus menerus
 Ruang Lab. Bahasa: tidak ada

 Ruang multi media: tidak ada

 Ruang akademik dan pengembangan SIM: tidak ada

 Ruang kantin: 2,5 x 18 m
 Koperasi sekolah : 4 x 3 m


 Ruang Lab. Bahasa: ada dan standar
 Ruang multi media: ada dan standar
 Ruang akademik dan pengembangan SIM: ada dan standar
 Ruang kantin: standar (>10m2)
 Koperasi sekolah 4 x 8m Memiliki R Lab Bahasa (100 %)
Terbangun R multi media (100%) Terbangun R akademik dan SIM( 100 % )
Pemeliharaan kantin standar
Perluasan/ pembangunan koperasi sekolah
( 100 % )
 Daya listrik (10000 W)


 Komputer Guru: 2 unit

 Komputer TU: 4 unit
 Komputer perpustakaan: 1 unit


 Komputer Lab IPA: blm ada

 Jaringan internet: speedy
 LAN Komputer

 Buku-buku perpustakaan masih terbatas.
 Buku paket masih terbatas.


 Buku-buku referensi guru masih kurang

 Alat-alat olah raga masih perlu ditambah.

 Alat peraga tiap mapel masih terbatas


 Alat-alat kesenian masih terbatas


 Bahan praktik untuk mapel Agama, IPA, Mulok, TIK masih terbatas
 Pemeliharaan instalasi yang reguler

 Komputer Guru: 5 unit dan 5 buah laptop
 Komputer TU: 6 unit
 Komputer : 5 unit dgn jaringan internet untuk “Learning Centre”
 Komputer Lab IPA: 1 unit dan 1 laptop
 Jaringan internet dan LAN dengan pemeliharaan/ maintenance yang reguler
 Penambahan buku-buku yang terus menerus
 Penambahan buku paket tiap mapel

 Penambahan buku referensi guru yang terus menerus

 Penambahan alat olah raga yang terus menerus

 Penambahan alat peraga untuk tiap mapel

 Penambahan alat kesenian, pemeliharaan, dan pemanfaatan yang optimal
 Penambahan barang habis pakai bahan praktik yang terus menerus
Perawatan instalasi listrik yang kontinyu
Penambahan laptop
2 unit komputer
4 unit


1 komputer, 1 laptop
Konsistensi pemeliharaan dan pemanfaatan

Konsistensi penambahan buku
Rasio Buku paket dan siswa 3 : 1
Konsistensi penambaan buku
Konsistensi penambahan sarana
Penambahan alat

Konsistensi penambahan, perawatan, dan pemanfaatan sarana
6 Standar Pembiayaan Standar Pembiayaan
 Standar pembiayaan rata-rata masih rendah (dibawah Rp. 50.000/bulan / anak)

 Penggalangan dana dari berbagai sumber masih belum optimal

 Peningkatan pengembangan kewirausahaan belum optimal

 Kerjasama dengan alumni masih terbatas


 Sumber dana 5 jenis: BOS, Rutin, Komite Sekolah, APBD, Grant
 Pengelololaan keuangan yang belum optimal
 Pembiayaan memenuhi Standar Nasional ( diatas Rp. 150.000/ bulan /anak), rata-rata

 Terwujudnya penggalangan dana dari berbagai sumber.

 Terwujudnya kewriusahaan sekolah sebagi income generating activities
 Terwujudnya kerjasama dengan alumni dalam pengembangan sekolah

 Memiliki berbagai sumber dana

 Pengelolaan keuangan yang cepat, tepat, dan akurat 70 %



Peningkatan penggalangan

Mewujudkan kewirausahaan

Menjalin kerja sama dengan alumni

Penambahan sumber dana
Optimalisasi pengelolaan keuangan
7 Standar Pengelolaan Standar Pengelolaan
 Penyusunan Rencana sekolah jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang melalui penyusunan RPS masih belum komprehensif
 RAPBS belum optimal dengan berbasis kegiatan.
 Administrasi sekolah masih ada beberapa kekurangan
 Implementasi SIM berbasis IT masih banyak gangguan
 Monitoring dan evaluasi masih belum kontinyu
 Pelaksanaan rapat-rapat dinas terlaksana sesuai agenda
 Kerjasama dengan komite sekolah berjalan baik
 Kerjasama dan koordinasi dengan berbagai pihak masih belum optimal.
 Memiliki rencana pengembangan sekolah yang komprehensif


 Penyusunan RAPBS

 Memiliki administrasi sekolah yang lengkap

50%







40%
8 Pengembangan Standar Penilaian Pengembangan Standar Penilaian

 Pengembangan perangkat model penilaian pembelajaran belum efektif baru dilaksanakan 30%
 Implementasi model evaluasi pembelajaran: Ulangan harian, tengah semester, akhir semester, kenaikan kelas, 60%

 Pengembangan instrumen atau perangkat penilaian untuk berbagai model soal, 25%

 Pengembangan pedoman penilaian hasil belajar pada kelompok bidang studi, baru 25%.

 Pengembangan penilaian dalam lomba-lomba non akademis dan uji coba dalam mata pelajaran unas untuk peningkatan standar nilai baru 30% terlaksana.

 Pengembangan penilaian dengan pihak-pihak yang lain baru 20%
 Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran dilaksanakan 50%
 Pengembangan penilaian, guru dan sekolah 70 % melaksanakan sistem penilaian sesuai kurikulum atau standar penilaian nasional
 Pengembangan instrumen atau perangkat penilaian untuk berbagai model soal, 50 %
 Pengembangan pedoman penilaian hasil belajar pada kelompok bidang studi dilaksanakan 50%.
 Pengembangan penilaian dalam lomba-lomba non akademis dan uji coba dalam mata pelajaran unas untuk peningkatan standar nilai terlaksana secara optimal 50%
 Pengembangan penilaian dengan pihak-pihak yang lain baru 40%
20 %



10 %




25%


25%



20%





20 %

3. Identifikasi Peluang
Peluang dalam uraian draf analisis SWOT SMP Negeri 1 Inderalaya tidak dituliskan secara spesifik. Hanya dapat dirangkum memalui penjelasan analisis tingkat kesiapan fungsi ditinjau dari faktor internal dan faktor eksternal. Untuk itu dalam penjelasan selanjutnya akan dicoba untuk merumuskan peluang sebagai bagian analisis SWOT di SMP{ Negeri 1 Inderalaya. Salah satu adalah kebijakan pemerintah, yang mendukung setiap sekolah yang ingin meningkatkan kualitas proses pembelajaran kearah yeng lebih positif. Sebagai contoh SMP Negeri 1 Inderakaya ingin mengembangkan metode pembelajaran dengan menguasai pengembangan dokumen KTSP yang oleh pemerintah telah ditetapkan namun oleh setiap guru apat dijabarkan sesuai dengan kebutuhan siswa dan karakteristik lingkungan belajar.

Penulisan Analisi SWOT
Penulisan dilakukan dengan mengelompokkan terlebih dahulu mana kekuata, kelemahan, peluang dan tantanga, kemudian meletakkan dalam tabel penguraian, selanjutnya menghitung bobot, rating dan skor bobot, dan kemudian menginterprestasikan hasil tersebut dapatkan digunakan?, sesuai dataukah tidak. Lalu merumuskan visi/misi, namun bila visi/misi telah selesai dirumuskan maka ketika dari hasil analisis visi/misi yang terejahwantah dalam tujuan tersebut, boleh dirubah, dengan tidak mennganggu proses analisis SWOT disekolah.
Berikut ini tabel analisis SWOT SMP Negeri 1 Inderalaya dari uarainnya yang telah ada di SMP Negeri 1 Palembang, sebagai berikut, dalam lampitran berikut dengan keterangan sebagai berikut :
Keterangan Pemberian Bobot, Rating, dan Skor Bobot
• Kolom 3, bobot diberikan pada masing-masing faktor dengan kriteria
- teramat penting dengan bobot 1.00, amat tidak penting dengan bobot 0.00
- dengan syarat jumlah kekuatan dengan kelemahan harus maksimal 1.00 (ini menunjukkan tidak mungkin satu faktor akan bernilai teramat penting/maksimal)
• Pada kolom 4, tentukan rating bagi setiap faktor dengan kriteria
- untuk faktor kekuatan yang paling menonjol dengan rating 5 dan yang paling tidak menonjol dengan rating 1
- untuk faktor kelemahan yang paling tidak menonjol dengan rating 5 dan yang paling menonjol dengan rating 1
• Skor bobot diperoleh dengan mengalikan bobot dengan rating
- untuk faktor kekuatan yang paling menonjol dengan rating 5 dan yang paling tidak menonjol dengan rating 1
• Penilaian analisis dan penentuan hasil analisis adalah dari jumlah skor bobot dengan kriteria :
- sangat menonjol jumlah skor bobotnya 5
- diatas rata-rat jumlah skor bobotnya 4
- rata-rata jumlah skor bobotnya 3
- dibawah rata-rata jumlah skor bobotnya 2
- paling tidak diperhatikan jumlah skor bobotnya 1

Tabel. Kesimpulan Analisis Faktor Internal (AFI)
No Faktor-Faktor Bobot Rating Skor Bobot Kesimpulan
1 2 3 4 5 6
Kekuatan (S)
1. Motivasi guru dan siswa 0.20 4 0.80 Motivasinya tinggi dengan mampu mengembangkan metode pembelajaran dan siswanya antusia dalam pembelajaran dan ekstrakurikuler.
2. Fasilitas ruang perpustakaan 0.20 3 0.60 Selain kondusif, kelengkapan buku yang dimanfaatkan siswa tersedia dengan cukup baik.
3. Hubungan yang baik antara guru dengan guru ataupun guru dengan siswa 0.15 3 0.45 Sangat kondusif baik dalam kegiatan ektrakurikuler ataupun pembelajaran, terutama dukungan positif siswa
4. Memiliki orientasi internasional 0.10 2 0.20 SMP Negeri Inderalaya telah menjadi SSN, dengan tujuan selanjutnya menjadi SBI
Kelemahan (W)
1. Fasilitas pengembangan diri 0.05 2 0.10 Kemampuan untuk menguasai IPTEK dan IMTAQ sebagai modal pengembangan diri dalam mewujudkan pengembangan sekolah masih dinilai kurang
2. Infra struktur sekolah 0.10 2 0.20 Syarat SSN adalah infra struktur sekolah harus mengikuti standar nasional, jika orientasi SBI maka standar yang diikuti internasional yang lebih dikenal dengan penilaian ISO, sedangkan SMPN 1 Inderalaya belum mengikuti seleksi ISO.
3. Kualifikasi guru 0.10 2 0.20 Kualifikasi guru untuk menunjang SBI haruslah dengan syarat S2, tapi ternyata baru mencapai 50% S1.
4. Posisi keuangan 0.10 3 0.30 Keuangan sekolah haruslah memiliki pendanaan mandiri dengan dukungan semua pihak, baik sekolah, pemerintah dan orang tua, sedangkan keuangan sekolah masih bergantung BOS
Jumlah 1.00 2.85

Tabel. Kesimpulan Analisis Faktor Eksternal (AFE)
No Faktor-Faktor Bobot Rating Skor Bobot Kesimpulan
1 2 3 4 5 6
Peluang (O)
1. Kebijakan pemerintah 0.10 3 0.30 Pemerintah melalui UU mengizinkan setiap sekolah untuk meningkatkan kedudukan dengan mengikuti prasyarat yang telah ditentukan dan uji kelayakan
2. Buku penunjang dan buku referensi 0.20 4 0.80 Karena perputakaan merupakan kekuatan artinya kerjasama pengadaan buku-buku terkait dengan standar SBI (baik buku pelajaran ataupun pengembangan diri)
3. Pengembangan kurikulum SBI 0.15 3 0.45 Dengan kemerdekaan setiap sekolah menentukan kebijakan sekolahnya untuk itu semua stakeholders dapat mengakomodasi kebijakan pengembangan kurikulum di SMP Negeri 1 Inderalaya
4. Pembangunan ekonomi di Inderalaya 0.10 2 0.20 Ogan Ilir menjadi salah satu kabupaten dengan master plan KTM (Kota Mandiri) dapat membantu perkembangan kemandirian pendidikan disekitarnya
Tantangan (T)
1. Meningkatnya persaingan 0.10 2 0.20 Perkembangan kemajuan dan kebijakan pemerintah membuat sekolah berlomba memperbaiki sistemnya, untuk itu seleksi setiap sekolah akan semakin ketat
2. Dukungan orang tua 0.15 2 0.30 Karena penggalangan partisipasi masyarakat melalui komite sekolah ternya orang tua hanya 50% yang bersedia, pola pikir yang menilai SMP itu gratis.
3. Jaringan ke SMP SBI ataupun SMA SBI 0.10 2 0.20 Harus memiliki jaringan baik lokal, regional, nasional, bahkan internasional sekolah yang bertaraf internasional
4. Sponsor/perusahaan 0.10 2 0.20 Mencari bantuan sponsor guna pengembangan sekolah
Jumlah 1.00 2.65
Diagram Analisis SWOT
Kesimpulan Analisis Faktor Internal (AFI) dan Kesimpulan Analisis Faktor Eksternal(AFE)

AFI = 2.85 dengan (S = 2.05) dan (W = 0.80) jadi (S – W = 2.05 – 0.80 = 1.25)
AFE = 2.65 dengan (O = 1.75) dan (T = 0.90) jadi (O – P = 1.75 – 0.90 = 0.85)


3

2

1

3 2 1 1 2 3 1 2 3



Perumusan Visi/Misi
Secara teori diketahui setelah melakukan analisis SWOT (dengan meninjau faktor internal dan faktor eksternal), maka dapat dirumuskan visi/misi sekolah yang menjadi dasar menentukan tujuan, strategi, kebijakan, program, pendanaan, dan prosedur, serta kinetja, kemudian melakukan evaluasi dan kontrol.
Dari uraian kesimpulan analisis SWOT terhadap SMP Negeri 1 Inderalaya, maka dapat dirumuskan visi/misi, yang sesuai dengan karakteristik sekolah. Inilah tawaran visi/misi berdasarkan kesimpulan analisis SWOT SMP Negeri 1 Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir.
Visi SMP Negeri 1 Inderalaya adalah setelah analisis SWOT kesimpulan dari analisis faktor internal dan eksternal “SMP Negeri 1 Inderalaya Menjadi RSBI yang Prestasi Siswanya Berlandaskan IPTEK dan IMTAQ tahun 2015”. Dengan indikator sebagai berikut:
1. Unggul dalam prestasi akademik dan non kademik,
2. Unggul dalam proses pembelajaran yang variatif dan inovatif,
3. Unggul dalam keagamaan atau akhlah mulia
4. Unggul dalam perolehan UN dan US (output)
5. Unggul dalam memenangkan persaingan SMA Unggulan (out come)
6. Unggul dalam lomba olimpiade sains
7. Unggul dalam kreativitas siswa
8. Unggul dalam penguasaaan bahasa Inggris
9. Unggul dalam penguasaan IT
10. Unggul dalam kegiatan keagamaan
11. Unggul dalam baca tulis Al-Qur’an
12. Unggul dalam menjalankan sholat jamaah setiap hari disekolah (dengan jadwal sekolah)
13. Unggul dalam tadarusan Al’Qur’an setiap harinya
14. Unggul dalam menegakkan ajaran Al-Qur’an
15. Unggul dalam menjalankan sholat sunnah di sekolah, dan keseharian
16. Unggul dalam administrasi kurikulum yang lengkap, berstandar nasional dan internasional,
17. Unggul dalam komitmen dan kompetensi tenaga penddikan dan kependidikan yang profesional,
18. Unggul dalam pengelolaan pendidikan partisipatif, transparan, dan akuntabel,
19. Unggul dalam sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dan relevan dalam mendukung proses belajar mengajar,
20. Unggul dalam sumber dana yang memadai, memenuhi kegiatan sekolah yang berstandar nasional dan internasional,
21. Unggul dalam sistem penilaian beragam (multiaspek) untuk semua mata pelajaran dan semua jenjang kelas,
22. Unggul dalam lingkungan sekolah yang kondusif, tertib, bersih, indah, ramah.

Misi Sekolah
1. Mewujudkan lulusan yang unggul dalam prestasi akademik dan non akademik,
2. Menerapkan profesionalitas guru dan tata usaha,
3. Mewujudkan peningkatan kompetensi guru dan tata usaha,
4. Mewujudkan proses pembelajaran yang variatif dan inovatif,
5. Mewujudkan Dokumen-1 KTSP,
6. Mewujudkan silabus semua mata pelajaran dan untuk semua jenjang atau kelas,
7. Mewujudkan RPP semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan,
8. Menerapkan komitmen dan kompetensi tenaga penddik dan kependidikan yang profesional,
9. Menerapkan pengelolaan pendidikan partisipatif, transparan, dan akuntabel,
10. Mewujudkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dan relevan dalam mendukung proses belajar mengajar,
11. Mewujudkan sumber dana yang memadai, memenuhi kegiatan sekolah yang berstandar nasional dan internasional,
12. Mewujudkan sistem penilaian beragam (multiaspek) untuk semua mata pelajaran dan semua jenjang kelas,
13. Mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusif, tertib, bersih, indah, ramah,
14. Menerapkan Akhlak yang terpuji,
15. Menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hariUnggul dalam baca tulis Al-Qur’an
16. Menerapkan sholat jamaah setiap hari disekolah (dengan jadwal sekolah)
17. Menerapkan tadarusan Al’Qur’an setiap harinya
18. Menegakkan ajaran Al-Qur’an dalam membentuk aspek sikap yang sesuai Al-Qur’an dan sunnah
19. Mengembangkan cinta terhadap seni budaya,
20. Menerapkan kemampuan olahraga yang tangguh dan kompetitif,
21. Mewujudkan wiyata mandala yang menikmatkan belajar siswanya,
22. Mewujudkan kepramukaan yang menjadi suri teladan.

Tujuan Sekolah
Pada tahun pelajaran 2008/2009 sampai dengan tahun pelajaran 2011/2012 diharapkan :
1. Sekolah mampu memiliki lulusan yang unggul dalam prestasi akademik dan non akademik,
2. Sekolah mewujudkan pofesionalitas guru dan tata usaha,
3. Sekolah mewujudkan penngkatan kompetensi guru dan tata usaha,
4. Sekolah mampu melaksanakan proses pembelajaran yang variatif dan inovatif,
5. Sekolah mewujudkan komitmen dan kompetensi tenaga penddik dan kependidikan yang profesional. Dokumen -1 KTSP,
6. Sekolah mewujudkan silabus semua mata pelajaran dan untuk semua jenjang/tingkatan,
7. Sekolah mewujudkan RPP semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan,
8. Sekolah mewujudkan pengelolaan pendidikan partisipatif, transparan, dan akuntabel,
9. Sekolah memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dan relevan dalam mendukung proses belajar mengajar,
10. Sekolah memiliki sumber dana yang memadai, memenuhi kegiatan sekolah yang berstandar nasional dan internasional,
11. Sekolah memiliki sistem penilaian beragam (multiaspek) untuk semua mata pelajaran dan semua jenjang kelas,
12. Sekolah memiliki lingkungan sekolah yang kondusif, tertib, bersih, indah, ramah,
13. Sekolah mewujudkan akhlak yang terpuji,
14. Sekolah menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hariUnggul dalam baca tulis Al-Qur’an
15. Sekolah memiliki masjid sekolah yang digunakan sebagai penunjang terwujudnya visi dan misi sekolah
16. Sekolah menerapkan sholat jamaah setiap hari disekolah (dengan jadwal sekolah)
17. Sekolah menerapkan tadarusan Al’Qur’an setiap harinya
18. Sekolah menegakkan ajaran Al-Qur’an dalam membentuk aspek sikap yang sesuai Al-Qur’an dan sunnah
19. Sekolah mengembangkan cinta terhadap seni budaya,
20. Sekolah mewujudkan kemampuan olahraga yang tangguh dan kompetitif,
21. Sekolah mewujudkan wiyata mandala yang menikmatkan belajar siswa,
22. Sekolah mewujudkan kepramukaan yang menjadi suri teladan.
23. Sekolah menerapkan prinsip-prinsip RSBI

Kesimpulan
SWOT adalah singkatan dari Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Tantangan). Analisis SWOT sudah menjadi alat yang umum digunakan dalam perencanaan strategis pendidikan, namun ia tetap merupakan alat yang efektif dalam menempatkan potensi intitusi. SWOT dapat dibagi ke dalam dua elemen, analisis internal yang berkosentrasi pada prestasi institusi itu sendiri, dan analisis lingkungan.
Analisis SWOT adalah satu pekerjaan yang cukup berat karena hanya dengan alternatif-alternatif strategik dapat disusun. Kegagalan menganalisisnya berarti gagal dalam mencari relasi dan titik temu antara faktor-faktor strategik dalam lingkungan internal yang terdapat dalam lingkungan eksternal, sambil mencari hubungannya dengan misi, tujuan, dan sasaran organisasi, juga merupakan kegagalan dalam mempersiapkan suatu keputusan strategik yang baik. Hanya dengan analisis SWOT, keputusan-keputusan strategik yang baik dapat dihasilkan.
Secara teori diketahui setelah melakukan analisis SWOT (dengan meninjau faktor internal dan faktor eksternal), maka dapat dirumuskan visi/misi sekolah yang menjadi dasar menentukan tujuan, strategi, kebijakan, program, pendanaan, dan prosedur, serta kinerja, kemudian melakukan evaluasi dan kontrol.

Daftar Pustaka

Indrajit, R. Eko dan R. Djokopranoto. 2006. Manajemen Perguruan Tinggi Modern. Jakarta : Andi Offset.

Hasibuan, Malayu S.P. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : Bumi Aksara.

Sagala, Syaiful. 2007. Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung : Alffabeta.

Sitompul, Agussalim. 2008. 44 Indikator Kemunduran HMI. Jakarta : Mizaka Galiza.

Supriyono, R.A. 2005. Mnajemen Strategi dan Kebijaksanaan Bisnis. Yogyakarta: Bpfe FE UGM.

Usman, Husaini. 2008. Mmanajemen; Teori Praktik dan Rriset Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Arcaro, Jerome S. 2007. Pendidikan Berbasis Mutu. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Tata Usaha SMP Negeri 1 Indralaya. 2008. Visi, Misi, dan Rencana Pengembangan Sekolah. Indralaya : Tata Usaha SMP Negeri 1 Indralaya Ogan Ilir.

www.wikipedia.com. Analisis Strength Weeknesses Opportunities Threats. Diakses tanggal 10 April 2009.
Poskan Komentar